Pembaruan Vaksin COVID-19

LBM Eijkman ditunjuk sebagai lembaga yang memimpin pembuatan vaksin di Indonesia melalui konsorsium Riset dan Inovasi tentang COVID-19 dalam Kementrian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional

Apa itu Vaksin?

Bibit penyakit (umumnya bakteri atau virus) dalam bentuk utuh atau bagiannya yang sudah dilemahkan sehingga tidak berbahaya dan digunakan untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada manusia.

Bibit penyakit yang sudah dilemahkan ini digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh manusia berupa terbentuknya antibodi terhadap penyakit tersebut. 

Tahap Penelitian Vaksin COVID-19 di LBM Eijkman

1

Pemetaan genetik virus SARS-CoV-2 di Indonesia

Pada tahap ini, virus yang menjadi bahan dasar penelitian diisolasi dari spesimen pasien dan dilakukan ekstraksi genom RNA penyandi protein virus. Whole-Genome Sequencing (WGS) dilakukan untuk memetakan sekuen RNA virus.

2

Isolasi dan amplifikasi gen S dan N pada virus SARS-CoV-2

Gen yang mengkode protein S (Spike Protein / Gen S) dan Nucleocapsid (Gen N) diisolasi dan diperbanyak dengan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).

3

Kloning gen target ke dalam vektor dan verifikasi sekuens gen target

Gen target dimasukkan ke dalam vektor dan bila sudah berhasil dimasukkan akan diverifikasi dengan menggunakan teknik sekuensing. 

4

Memasukkan vektor dengan gen virus SARS-CoV-2 ke dalam sel mamalia

Vektor dimasukkan ke dalam sel-sel mamalia dengan tujuan untuk mengekspresikan gen target dan menghasilkan antigen.

4

Menghasilkan antigen (kandidat vaksin)

Dalam kondisi yang tepat, sel-sel mamalia akan menghasilkan antigen virus SARS-CoV-2.

5

Perbanyakan dan pemurnian antigen 

Tujuan dari perbanyakan dan pemurnian antigen adalah memperoleh antigen target dalam jumlah besar dan memisahkan/ menghilangkan zat atau senyawa yang tidak dibutuhkan dalam pembuatan vaksin, sehingga didapatkan antigen yang murni tidak terkontaminasi
dengan zat lain.

Proses ini biasanya memakan waktu yang lama dan melibatkan banyak pengujian untuk kemurnian.

6

Uji Klinis

Untuk memastikan vaksin berpotensi sesuai dengan harapan, maka vaksin diuji coba pada hewan. Uji ini untuk menilai keamanan kandidat vaksin dan menentukan dosis.

Selanjutnya masuk dalam tahap uji klinis pada manusia untuk melihat apakah ada efek samping akibat vaksin dan menilai kemanjuran (efikasi) pada populasi uji yang lebih besar.

7

Skala produksi vaksin

Setelah melalui tahapan uji klinis dan terbukti berhasil, vaksin diajukan/didaftarkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk penilaian, sebagai syarat untuk disetujui penggunaannya secara masif.

Menanti Vaksin COVID-19 “Merah Putih”

Pemerintah telah mencanangkan pengembangan “Vaksin COVID-19 Merah Putih” dalam Konsorsium Vaksin Nasional, dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.