Peresmian Mesin Deteksi COVID-19 Cobas 6800 Fully Automated Molecular System di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman

Written by Benediktus Yohan

July 22, 2020

Pada hari ini, Kamis, 16 Juli 2020, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK-BRIN), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PhD., berkenan meresmikan mesin deteksi COVID-19 Cobas 6800 Fully Automated Molecular System di Gedung Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Jakarta.

Acara diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemik COVID-19 dan dibuka oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dr., Ph.D, Sp.MK(K). Sambutan diberikan oleh Menteri RISTEK-BRIN, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PhD; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang diwakili oleh Inspektur Utama, Ibu Tetty Saragih; Kepala Badan Intelejen Negara yang diwakili oleh Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara  Komjen. Pol. Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum.; dan Presiden Komisaris PT. Tempo Scan Pacific, Tbk., Bapak Handojo Selamet Muljadi.

Alat deteksi Cobas 6800 merupakan alat baru untuk menunjang pemeriksaan COVID-19 di LBM Eijkman. Alat canggih ini merupakan sumbangan dari PT. Tempo Scan Pasific, Tbk. melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, BNPB. Kehadiran alat ini di LBM Eijkman diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemeriksaan spesimen COVID-19 dengan kapasitas maksimum sebanyak 1.000 tes/24 jam.

Alat deteksi Cobas 6800 merupakan alat baru untuk menunjang pemeriksaan COVID-19 di LBM Eijkman. Alat canggih ini merupakan sumbangan dari PT. Tempo Scan Pasific, Tbk. melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, BNPB. Kehadiran alat ini di LBM Eijkman diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemeriksaan spesimen COVID-19 dengan kapasitas maksimum sebanyak 1.000 tes/24 jam. Alat ini memungkinkan uji secara molekuler dengan tingkat sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi serta berjalan secara otomatis penuh (fully automated).

LBM Eijkman ditunjuk oleh pemerintah sebagai salah satu laboratorium pemeriksa COVID-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK RI) nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Menteri RISTEK-BRIN, dalam sambutannya ketika meresmikan Cobas 6800, menyampaikan peran penting penguatan kapasitas laboratorium pemeriksa COVID-19 untuk mencapai target pemeriksaan nasional yang diminta oleh Presiden Joko Widodo sebanyak 30.000 spesimen per hari. Kepala LBM Eijkman, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada PT. Tempo Scan Pacific, Tbk. untuk sumbangan dana penguatan laboratorium pemeriksaan COVID-19 yang telah digunakan oleh LBM Eijkman untuk pengadaan alat Cobas 6800. Dengan tambahan alat ini, jumlah pemeriksaan harian di LBM Eijkman bertambah hingga dua kali lipat sehingga mencapai 600 spesimen per hari dengan jam kerja 12 jam. Lebih lanjut diharapkan dengan penambahan kapasitas pemeriksaan COVID-19 di LBM Eijkman, dapat pula meningkatkan jumlah pemeriksaan nasional sehingga dapat mempercepat penanganan pasien dan penelusuran kontak (contact tracing).

Sejak penugasan, LBM Eijkman telah melakukan pemeriksaan sebanyak 22.218 sampel dari 271 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Selama empat bulan bekerja, diperoleh hasil positif sebanyak 2.498 dan 19.720 sampel teruji negatif. Selain melakukan pemeriksaan COVID-19, LBM Eijkman juga telah mendermakan VTM (Viral Transport Medium) sebanyak 100.000 tabung ke 34 Provinsi di Indonesia.

Sejak penugasan, LBM Eijkman telah melakukan pemeriksaan sebanyak 22.218 sampel dari 271 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Selama empat bulan bekerja, diperoleh hasil positif sebanyak 2.498 dan 19.720 sampel teruji negatif. Selain melakukan pemeriksaan COVID-19, LBM Eijkman juga telah mendermakan VTM (Viral Transport Medium) sebanyak 100.000 tabung ke 34 Provinsi di Indonesia. VTM adalah suatu medium yang digunakan untuk menyimpan sampel swab sebelum dilakukan ekstraksi yang diproduksi dan didistribusikan secara mandiri oleh LBM Eijkman, sebagai wujud sumbangsih LBM Eijkman untuk Indonesia bahwa bersama kita pasti pulih kembali dari pandemi COVID-19.

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Severe-Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019, penyakit ini telah menyebar luas ke seluruh dunia dan menyebabkan banyak kematian sehingga ditetapkan sebagai pandemi global. Hingga medio Juli 2020, virus ini telah menginfeksi sebanyak 13,5 juta penduduk dunia dengan jumlah kematian sebanyak 581.329 jiwa. Peran penting deteksi secara cepat dengan sensitifitas dan spesifisitas tinggi menjadi krusial. Uji secara molekuler saat ini tetap menjadi baku emas pemeriksaan. Penambahan kapasitas pemeriksaan dengan kehadiran alat Cobas 6800 di LBM Eijkman ini akan secara signifikan memberikan dampak positif bagi penanganan COVID-19 di Indonesia.