Penelitian Plasma Konvalesen

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan mengembangkan penelitian untuk menggunakan terapi plasma konvalesen sebagai alternatif untuk meningkatkan kesembuhan pasien COVID-19

Apa itu Plasma Darah?

Darah terdiri dari beberapa komponen seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma. Sebanyak 55% komposisi darah disusun oleh plasma yang memegang beberapa fungsi penting untuk tubuh.

Terapi Plasma Konvalesen

Dengan mengambil darah pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan empat minggu sembuh, dan memberikan plasma darahnya ke tubuh pasien COVID-19 yang mengalami kondisi berat dengan jumlah virus yang masih banyak, sementara antibodinya belum bekerja.

Kenapa harus 4 minggu setelah dinyatakan sembuh?

Rentang waktu ini menjadi faktor yang penting agar titer (konsentrasi) antibodi yang ada di dalam plasma darah tersebut masih tinggi dan dipastikan dalam rentang waktu tersebut plasma darah telah bebas dari virus.

Donor Plasma Darah

Pendonor akan menjalani proses screening terlebih dahulu untuk memastikan darahnya sehat dan aman. Kemudian darah yang telah diambil, dialirkan ke mesin khusus untuk memisahkan plasma. Proses ini disebut plasmapheresis. Setelah proses pemisahan plasma darah, komponen darah lainnya kemudian dikembalikan ke tubuh pendonor.