Diagnosis Covid-19

Diagnosis Cobas 6800 system

Rekapitulasi Spesimen

Seputar Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)

Apa itu SARS-CoV-2 dan penyakit COVID-19

SARS-coV-2 adalah nama resmi dari virus Corona yang menyebabkan pandemi dimulai dari Wuhan, China ke banyak negara di dunia. Covid-19 adalah nama resmi penyakit yang diakibatkan virus SARS-coV-2. Jadi, SARS-coV-2 adalah virusnya dan Covid-19 adalah penyakit yang diakibatkan.

Apa yang dapat dilakukan jika mengalami gejala COVID-19

  • Segera datangi Fasilitas Pelayanan Kesehatan jika memiliki gejala infeksi SARS-CoV-2.
  • Tenaga kesehatan akan meminta kesediaan penderita untuk pendeteksian SARS-COV-2 dalam sampel usapan saluran pernafasan.

SARS-CoV-2 dapat dideteksi di Lembaga Biologi Molekular Eijkman (LBME)?

SARS-CoV-2 dapat dideteksi pada usap saluran pernafasan atas pada penderita yang memiliki gejala demam yang disertai dengan salah satu atau lebih gejala berikut: batuk dan/atau pilek, sakit tenggorokan, sesak nafas, dan/atau pneumonia. Deteksi SARS-CoV-2 akan dilakukan secara molekular dengan teknik quantitative real time polymerase chain reaction (qRT-PCR).

Prosedur Pemeriksaan COVID-19 di Lembaga Eijkman

Apabila anda:

1. Mengalami gejala berupa demam, batuk-pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, atau gangguan pernapasan, atau

2. Memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir dari negara terdampak COVID-19, atau

3. Kontak dekat dengan orang yang terpapar virus Corona (SARS-CoV-2) dalam jangka waktu 14 hari setelah munculnya gejala

Hubungi Fasilitas Layanan Kesehatan / Fasyankes (Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik Dokter) terdekat.

LBM Eijkman dapat melayani pemeriksaan sampel untuk uji virus Corona (SARS-CoV-2), dengan kondisi sebagai berikut:

1. LBM Eijkman hanya menerima sampel yang berasal / dikirimkan dari Fasyankes, berdasarkan rujukan Tenaga Kesehatan / Nakes

2. Nakes melengkapi Surat Pengantar Permintaan untuk Pemeriksaan virus Corona (SARS-CoV-2)

3. Nakes mengisi Formulir Permintaan Uji Laboratorium untuk Deteksi Virus dengan mencantumkan data klinis

4. Pasien mengisi Lembar Persetujuan Pasien

Hasil pemeriksaan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya diberikan kepada pihak yang berwenang

Daftar Pertanyaan Umum (FAQs) Pemeriksaan COVID-19 di Lembaga Eijkman

1. Apakah saya harus mempunyai gejala demam, batuk, sesak nafas atau pneumonia untuk dapat diswab untuk pemeriksaan COVID-19 di LBM Eijkman?

Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) akan memeriksa kondisi kesehatan anda untuk gejala yang mengarah kepada COVID-19 (demam, batuk pilek, sesak napas, radang paru/pneumonia). Jika dirasa diperlukan untuk menegakkan diagnosis, Fasyankes bisa mengambil gambar X-Ray bagian dada. Fasyankes akan meninjau juga apakah ada potensi pernah kontak dengan pasien terjangkit Covid-19 maupun riwayat perjalanan dari negara terdampak.

Pada umumnya, Fasyankes akan memberikan prioritas pengambilan sampel swab (di-swab) untuk mereka yang menunjukkan gejala spesifik mengarah pada COVID-19.

2. Apabila mempunyai gejala COVID-19, apakah saya bisa langsung datang ke LBM Eijkman?

Tidak. LBM Eijkman tidak melayani pasien yang datang langsung.

3. Bagaimana alur pemeriksaan COVID-19 di LBM Eijkman?

Sampel terduga COVID-19 akan dirujuk oleh Fasyankes ke LBM Eijkman dengan mekanisme pengiriman yang khusus. Fasyankes diminta berkomunikasi dengan LBM Eijkman untuk prosedur detil pengiriman.

Sampel yang tiba dan diterima di Lembaga Eijkman akan diperiksa kondisinya serta kelengkapan dokumennya. Lembaga Eijkman berhak menolak sampel yang kondisinya tidak sesuai atau tidak lengkap dokumen.

LBM Eijkman akan memroses sampel sesuai protokol terstandardisasi. Hasil akan keluar dalam minimal 3 hari kerja dan akan diinformasikan kepada dokter/penanggung jawab medis yang merujuk sampel dan nama serta alamat kontaknya tertera pada dokumen. Hasil bersifat RAHASIA.

4. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk melakukan test ini di LBM Eijkman?

Biaya uji/test pemeriksaan ditanggung oleh LBM Eijkman sebagai wujud rasa kemanusiaan dan sumbangsih kepada bangsa dan negara.

5. Berapa lama perkiraan waktu pengujian sampel COVID-19 di LBM Eijkman?

Waktu pengujian minimal 3 hari kerja setelah sampel diterima di LBM Eijkman.

6. Terkait rujukan fasilitas layanan kesehatan, apakah yang dimaksud adalah hanya fasyankes yang ditunjuk oleh pemerintah?

Kami menyarankan Fasyankes yang ditunjuk pemerintah, walaupun fasyankes lain (rumah sakit/klinik pemerintah atau swasta) dapat juga merujuk sampel selama memiliki fasilitas dan kompetensi untuk pengambilan sampel swab penyakit infeksi.

7. Berapa jumlah maksimal sampel terduga COVID-19 yang dapat diperiksa di LBM Eijkman?

LBM Eijkman secara rutin melakukan uji sebanyak 48 sampel dalam satu kali pengujian. Jumlah ini dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.

8. Apakah sampel PDP dan ODP COVID-19 dapat dibawa oleh keluarga pasien langsung ke Lembaga Eijkman?

TIDAK. Pengiriman sampel hanya dapat dilakukan oleh petugas/kurir Fasyankes ke LBM Eijkman.

9. Apakah Pasien bisa mendapatkan hasil pengujian test COVID-19 di LBM Eijkman?

Hasil pemeriksaan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya diberikan kepada pihak yang berwenang.

Prosedur Pengemasan Sampel untuk dikirim ke Lembaga Eijkman

1

Pastikan kondisi VTM masih baik:

  • Berwarna kuning/merah (tanpa pH indikator)
  • Volume tidak kurang (~500 uL)
  • Cairan tidak keruh / ada yang melayang-layang

2

Lakukan pengambilan swab satu per satu:

  • Mulai dari swab nasopharyngeal (naso swab)
  • Kemudian masukan ke dalam tabung VTM
  • Potong swab dengan baik dan benar

3. Cara Memotong Stik Swab dengan Baik dan Benar

  • Pastikan panjang hasil potongan swab tidak melebihi batas tinggi tabung.
  • Gunakan gunting atau tang pemotong kawat.
  • Hindari kemungkinan bocor akibat tutup tabung yang tidak tertutup dengan sempurna.

4

  • Pastikan panjang hasil potongan swab tidak melebihi batas tinggi tabung.
  • Gunakan gunting atau tang pemotong kawat.
  • Hindari kemungkinan bocor akibat tutup tabung yang tidak tertutup dengan sempurna.
  • Masukan swab ke dalam tabung yang sama dengan no. 2

  • Lakukan pemotongan seperti langkah no. 3.

  • Vorteks jika tersedia.

5

  • Beri LABEL TAHAN AIR pada tabung dengan pensil atau marker yang tidak luntur.
  • Lapisi tutup dengan SATU LAPIS PARAFILM.
  • Masukan ke dalam kantong PLASTIC ZIPLOC BIOHAZARD yang berisi tissue sebagai penyerap jika terjadi kebocoran.
  • Tidak perlu diisolasi, dimasukan ke dalam tabung tambahan, dilapis banyak tissue, dll yang dapat menyulitkan saat membuka sampel saat diproses di Lembaga Eijkman.